Sunan demak kadilangu

Meski roman muka saya tak berubah ketika tiba di kompleks wisata spiritual Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demaknamun berada di cungkup makamnya sesungguhnya merupakan hal yang teramat istimewa.

Plutonio 2020 mesmo sitio download

Itu tentu tak lepas dari kesan yang melekat lama di pikiran tentang penggambaran sosok dan kiprah Sunan Kalijaga, sejak beliau remaja hingga menjadi seorang wali kinasih dan disegani.

Ketika masuk Kadilangu matahari sudah condong ke barat. Kasmudi Budi Rentcar membawa kami ke halaman Masjid Sunan Kalijaga di sisi timur makam. Rombongan besar peziarah biasanya masuk dari selatan, dekat kolam Segaran peninggalan Sunan Kalijaga.

Masjid Sunan Kalijaga Demak

Sedangkan di depan masjid yang bergaya Jawa itu area parkirnya kecil saja. Lorong beratap rapi sepanjang 90 meter yang menuju ke Makam Sunan Kalijaga Kadilangu itu berada persis di samping masjid. Lorong ini kemudian bertemu dengan lorong dari selatan yang panjangnya meter dan kiri-kanannya dipenuhi kios pedagang.

Lorong berlantai keramik dengan ornamen bebungaan di beberapa titik itu kemudian berlanjut sejauh 20 meter ke utara lalu belok kiri. Di kanan lorong setelah belokan itu terdapat sebuah pendopo tempat peziarah wisata spiritual mengisi buku tamu dan memberi sumbangan serelanya, sedangkan di sisi kirinya terdapat situs batu tempat duduk Sunan Kalijaga. Setelah 25 meter, lorong berbelok ke kanan dan gerbang Makam Sunan Kalijaga Kadilangu ada 20 meter di depan sana.

Arya Penangsang yang sakti mandraguna adalah murid kesayangan Sunan Kudus, hanya saja sifatnya berangasan dan tak tanggap sasmita. Saat ia dan Adipati Pajang Hadiwijaya sama-sama menghunus keris, Sunan Kudus memerintahkan keduanya untuk menyarungkannya. Hadiwijaya langsung menurut, namun baru pada perintah ketiga Arya Penangsang menyarungkan keris ke wrangkanya, padahal konon maksud Sunan Kudus agar keris itu disarungkan ke tubuh Hadiwijaya.

Foto Berikutnya.About Nasirullah Sitam. Wihh ramai sekali ya peziarahnya di makam kadilangu sunan kalijaga ini. Sy sngat tertarik dengan kisah2 sunan ini.

sunan demak kadilangu

Cara unik mereka dlm menyebarkan islam d pulau jawa sangat menarik untuk d ikuti. Bagus Mas pengalamannya. Smoga suatu saat sy bisa k sini Alhamdulillah nemu blog mas Nasirullah. Bermanfaat banget info"nya. Sebuah negara yang maju ialah sebuah negara yang orang-orangnya mau mengingat sejarah dan mau belajar dari sejarah tersebut untuk menjadi lebih baik lagi. Benar banget mas, kalaupun kita tidak tahu secara rinci, minimal kita bisa belajar sedikit-sedikit.

Selalu diramaikan oleh para ibu2x yang berziarah semoga jasa para wali songo dalam menyebarkan agama islam di nusantara di terima di sisi Allah SWT. Benar banget, ada banyak bus di sini dan dipenuhi para ibu dan bapak yang ingin ziarah. Makam kadilangu memang banyak yang ziarah. Jujur kadang kita harus berdeask-deaskan untuk masuk. Bismillah bentar lago nyusul bang ziaroh ke makam salah satu Waliyulloh Sunan Kalijaga, salam dari bagpacker ekonomis hehe.

Bukan nya jarak nya bisa 5 KM. Kebetulan saya ada rencana kesana sih. Terima kasih gan artikel nya sangat membantu petunjuk saya dan rombongan.

Tidak sampai 5 km gan. Sekitar 2 km sih. Kalau mau ke sana rombongan atau bawa kendaraan pribadi lebih baik parkir di dekat makan aja gan. Ada banyak tempat parkir, walau harus saingan ama bus pariwisata Home privacy policy disclaimer.

Bega cheese asx

Ziarah ke Makam Kadilangu Sunan Kalijaga. Nasirullah Sitam Jumat, Januari 23, budaya, wisata. Kususuri sepanjang jalan tersebut dengan berjalan kaki.Masjid Sunan Kalijaga Demak merupakan bangunan masjid yang sudah berumur tua dan memiliki nilai sejarah di kabupaten Demak.

Masjid ini dan Masjid Agung Demak merupakan masjid yang terkenal di Demak yang berada di sisi barat alun alun Demak. Masjid ini lebih kecil daripada Masjid Agung Demak.

Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu ini pada awalnya memang dibangun dimasa Sunan Kalijaga masih hidup sekitar tahunkala itu masih berupa Surau kecil. Saat Sunan Kalijaga meninggal dunia dan digantikan oleh puteranya yang bernama Sunan Hadi putera ketigalanggar tersebut disempurnakan bangunannya hingga berupa masjid seperti terlihat sekarang ini.

Masjid Kadilangu ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan di beberapa bagian, sehingga banyak bagian bangunannya yang sudah tidak asli, terutama bagian luarnya. Selain tergolong masjid tua, masjid ini memiliki keunikan yang lain yakni mustaka yang atapnya mirip dengan berbagai masjid lama seperti Masjid Agung Demak, Masjid Agung Kauman Semarang serta banyak lagi, atap limasan itu bersusun dua. Pada kubah masjid ini juga terpasang pengeras suara yang digunakan untuk mengumandangkan adzan agar terdengar sampai ke pelosok daerah.

Pada serambi masjid ini terdapat 2 buah bedug yang digunakan sebagai penanda masuk waktu shalat. Bedug bersejarah itu hingga saat ini masih kuat dan terlihat kokoh. Di ruangan utama masjid terdapat empat saka guru atau tiang masjid yang semuanya masih asli dan terbuat dari kayu jati.

Begitu pula pintu dan jendela masjid masih utuh dari kayu jati belum diganti. Terdapat juga 4 soko guru penyangga atap masjid yang berwarna kuning bergaris hitam di sudutnya, polos tanpa ada ornamen.

Bagian mihrab-nya terlihat cukup menarik dengan ornamen suluran yang anggun. Ruang utama Masjid ini terlihat relatif sederhana, dengan, mimbar kayu jati dengan ukiran cantik, dan sejumlah lampu gantung. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Jauharotun Nafis diketahui bahwa arah kiblat masjid ini diketahui kemelencengannya sebesar 8,42 derajat. Tetapi respon takmir kurang merespon hal terebut, karena menurut pandangan tamir masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak bahwa ijtihad Sunan Kalijaga dalam menetapkan arah kiblat tidaklah sembarangan.

Menurut sejarah dari pengurus makam Sunan Kalijaga, mulai dari lahan tanah masjid, tanah pemakaman hingga lahan tanah disekitar area masjid ini merupakan tanah milik pribadi Sunan Kalijaga. Namun saat ini di atas lahan tersebut sudah berdiri rapat berbagai bangunan tempat tinggal dan tempat usaha warga yang sebagian besar bukan keturunan atau pewaris kanjeng Sunan Kalijaga.

Bila berkunjung ke Masjid ini jika dari arah timur dari gerbangnya yang berada di ruas jalan Sunan Kalijaga, pengunjung akan melewati seruas jalan yang mirip lorong karena di sisi kiri dan kanannya penuh sesak dengan warung yang menawarkan berbagai barang dagangan, makanan hingga kamar mandi dan wc umum.

Karena padatnya hunian disekitar masjid dan makam sunan, taman parkir kendaraan pengunjung lokasinya berada cukup jauh disebelah selatan komplek makam, sehingga Jemaah yang membawa kendaraan harus berjalan kaki sekitar meter dari tempat parkir menuju komplek masjid dan pemakaman.

Kebanyakan peziarah yang masuk lewat selatan ini mungkin akan langsung menuju ke pemakaman sehingga kemungkinan masjid ini akan terlewat karena berada di sisi yang lain. Sedangkan peziarah datang dari sisi timur dipastikan mereka akan melewati lorong disamping masjid untuk menuju ke pemakaman, mereka bisa berwudlu di masjid, shalat sunat di sana, baru kemudian pergi berziarah ke makam dan sudah dalam keadaan suci.

Berkunjung ke Masjid ini atau berziarah ke makam beliau pada masa libur nasional memang akan bertemu dengan peziarah datang dari berbagai daerah memadati komplek masjid dan pemakaman ini.

sunan demak kadilangu

Menurut penjelasan dari pengurus makam, dihari hari lain selain libur nasional peziarah tetap ramai dan tidak seramai pada masa libur nasional. Makam Sunan Kalijaga ini menjadi salah satu lokasi tujuan peziarah dari berbagai daerah. Itu menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar lokasi makam.

Dan bila Anda beruntung akan kebagian kuliner khas masjid ini berupa besek dari anyaman bambu berisi nasi dan lauk dari ayam atau ikan dan urap dari daun mengkudu yang diambil dari area makam dan memasaknya tanpa menggunakan minyak.

Cara memasak tersebut merupakan tradisi turun temurun yang masih lestari hingga kini. Masjid Sunan Kalijaga Masjid Sunan Kalijaga Demak merupakan bangunan masjid yang sudah berumur tua dan memiliki nilai sejarah di kabupaten Demak.

Sunan Kalijaga

Riwayat Perbaikan Masjid Sunan Kalijaga Masjid Kadilangu ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan di beberapa bagian, sehingga banyak bagian bangunannya yang sudah tidak asli, terutama bagian luarnya.Tak lengkap rasanya bila Anda menginjakan kaki ke Kota Demak namun tidak mengunjungi salah satu makam dari tokoh walisongo, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga atau orang Jawa menyebutnya dengan Kalijogo.

Dari Kota Semarang, Anda dapat mencapai tempat ini dengan kurun waktu satu hingga satu setengah jam menggunakan kendaraan pribadi. Tak sulit untuk menemukan makam ini karena sudah banyak sekali petunjuk atau rambu yang mengarahkan dengan sangat jelas ke Masjid Kadilangu atau yang disebut Makam Sunan Kalijogo.

Makam dari salah satu pendiri Masjid Agung Demak ini sangatlah tersohor hingga penjuru Indonesia, dari masyarakat biasa hingga pejabat dan juga artis kerap kali menyambangi makam ini untuk berziarah. Terlebih lagi ketika hari besar atau penting, peziarah perseorangan atau rombongan hingga mencapai ribuan, mereka berbondong-bondong datang ke makam untuk berziarah atau berwisata.

Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat beberapa kejadian mistis di makam Sunan Kalijaga ini, namun hal tersebut tak menyurutkan langkah para peziarah untuk tetap datang. Jika Anda ingin menemukan suasana ramai, biasanya makam ini banyak dikunjungi peziarah pada hari Jumat Pon, Pahing dan Kliwon, karena dibukanya pintu cangkup makam. Sedangkan selama bulan suci ramadhan berjalan, makam Sunan Kalijaga ini memiliki agenda tersendiri. Salah satunya adalah menjalankan Tradisi Tebah. Tradisi Tebah yang diawali oleh suara kenthongan, kemudian pisowanan dalam di Cungkup Ageng namun hanya oleh orang terpilih saja.

Lalu iikuti oleh para ahli waris berserta pengurus dan juru kunci makam melakukan peremajaan seluruh kompleks makam.

sunan demak kadilangu

Tradisi ini tetap dipertahankan dan akan diwariskan secara turun menurun ke berbagai generasi. Kawasan ini sendiri terdiri dari beberapa pintu masuk untuk akses peziarah. Jika ingin langsung mengunjungi makam, Anda dapat berjalan mengikuti lorong yang berada tepat di sebelah masjid dan Anda diharuskan mengisi buku tamu. Di sekitar makam Sunan Kalijaga juga terdapat beberapa peninggalan sejarah lain, diantaranya situs batu. Selain itu, terdapat peninggalan dua buah gentong yang airnya dapat digunakan dan diberikan untuk para peziarah.

Air tersebut berasal dari sungai yang tak jauh dari makam, namun pada prosesnya harus diendapkan terlebih dahulu dan disterilisasi agar layak untuk dikonsumsi. Kedua gentong tersebut yaitu padasan tempat air wudhu dan pedaringan tempat beras. Tak hanya itu, Anda juga dapat menemukan sumur yang jaraknya sekitar meter dari kawasan makam ini, dahulu kala sumur tersebut digunakan untuk berwudhu.

Disekitar makam Sunan Kalijaga, Anda juga akan menemukan beberapa makam lain yaitu makam Mpu Supo yang merupakan adik ipar Sunan berserta putranya Djaka Suro, dan Panembahan Pengulu yang tak lain adalah cucu Sunan Kalijaga.

Untuk makam Sunan Kalijaga sendiri, dilapisi dengan keramik, pilarnya bertabur untaian kaligrafi dan pada puncak makam terdapat sebuah mustaka bersayap pada keempat sisinya. Jika dari Semarang, traveler bisa ke timur. Nantinya akan ada petunjuk jalan menuju wisata, pilih jalan ke arah Masjid Kadilangu. Jika masih kesulitan, traveler bisa menggunakan Google Map.

Pemilik nama asli R. Syahid ini lahir pada Masehi dan diyakini umurnya mencapai usia tahun. Ketika wafat, jasadnya dikebumikan ditanah dimana ia pijak semasa hidupnya yaitu di Desa Kadilangu, Kabupaten Demak. Lokasi makamnya berdekatan dengan Masjid Agung Demak yang hanya berjarak 3 kilometer saja. Beliau memiliki julukan reizende mubaligh atau mubaligh keliling, ini dikarenakan ketika sedang bertabligh dalam menyebarkan agama Islam, pengikutnya bukanlah dari kalangan sembarangan, melainkan dari kaum ningrat dan sarjana.

Hal ini dibuktikan dengan tak sedikit peziarah yang mendatangi makam dan berharap dapat memperoleh berkah, yang mana bertujuan untuk mempermudah berbagai urusan hidup seperti jodoh, rezeki, dan juga pekerjaan. Selain itu ada juga yang berziarah untuk kebutuhan rohani atau batin.

Sunan Kalijaga dapat disebut sebagai manusia tiga zaman karena beliau hidup pada tiga masa pemerintahan, yaitu pada zaman Kerajaan Majapahit, zaman Kerajaan Demak, dan zaman Kerajaan Pajang.

Pada periode tersebut beliau tak hentinya melakukan penyebaran agama islam bersama dengan walisongo. Di kala itu, penyebaran yang dilakukan beliau yaitu melalui budaya dan seni. Beliau memanfaatkan berbagai jenis alat musik dan juga kesenian sebagai sarana pendukungnya.

Diantaranya adalah gamelan, alunan lagu-lagu, seni ukir dan juga wayang.Other accounts suggest the name derives from his hobby of submerging himself in Kali "river" in Javanese. Others note that the name Kalijaga derived its nature from the Arabic notion of qadli dzaqa which means "holy leader" in the sultanate.

Sunan Kalijaga was known by the following names and titles: [2]. Sunan Kalijaga was a close friend of Sunan Gunungjatiand is said to have lived to the age of one hundred. He witnessed the downfall of Majapahitthe kingdoms of DemakCirebonBantenand Pajang in His main mentor was Sunan Bonanganother of the Wali Sanga. Kalijaga's beliefs and teaching are more sufistic than salafapplying arts and culture as medium for his dawah. He was also tolerant to local tradition.

His exegesis from the Quranic perspective led him to believe that people will keep away from dakwah if their personality is questioned. In this premise one should consider a step by step approach to his people by the principle of following yet influencing.

To him, if Islam is truly or fully understood, then people will gradually give up their old habits.

Phones that cost 15 thousand naria on jumia

This method can be seen in Indonesian artworks, particularly in carvings, shadow puppets wayang kulitgamelan javanese traditional musical performanceand singing. From this idea he popularized Baju Takwa a traditional dress custom for Indonesian MoslemSekaten a festivityand Grebeg Maulidamongst others. Sunan Kalijaga was buried in Kadilangu southeast of Demak. In the Babad Tanah Jawia chronicle of large Javanese manuscripts, there are no formal signs of Sunan Kalijaga's conversion to Islam so it is not clear if Kalijaga is already Muslim at the time of his "conversion".

In this legend, he is said to be the son of Tumenggung Wilatikta, and in the service of the Majapahit empire, and Kalijaga whose religion is unspecified but has the Arabic name "Said".

Camlock dust cap pressure rating

Following gambling losses, Said resorts to highway robbery on the north coast of Java. Sunan Bonang one day passes and is pulled up by Said. Sunan Bonang suggests it would be better for Said to rob a person who will later pass dressed in blue with a red hibiscus behind his ear.

Three days later, this person passes, and is Bonang in disguise. Said attacks, but Bonang turns himself into four persons, traumatising Said such that he becomes an ascetic.

He takes the name "Kalijaga", becomes a wali and marries the sister of Sunan Giri.Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak merupakan bangunan tua bersejarah yang didirikan Sunan Kalijaga dan mengalami perbaikan oleh keturunannya. Karena kebanyakan peziarah masuk lewat selatan maka masjid ini mungkin sering terlewati.

Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu serambi joglo, dengan atap utama limasan dengan mustaka. Akses masuk ke dalam Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu bisa melalui lorong samping yang menuju ke Makam Sunan Kalijagaatau lewat depan dengan menaiki sejumlah undakan. Jika peziarah datang dari sisi timur ini, mereka bisa berwudlu di masjid, shalat sunat di sana, baru kemudian pergi berziarah ke makam dan sudah dalam keadaan suci.

Jika tahun berdirinya masjid itu benar, maka saat membuat masjid itu usia Sunan Kalijaga sudah mencapai 83 tahun, karena beliau lahir pada Tampak muka Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu dengan cungkup tengara nama masjid tampak dipasang di sisi sebelah kanan masjid, sementara dua orang pria sedang melintas di halaman depan masjid yang telah dipasang paving blok. Cukup rapih, meskipun ada bagian rusak yang memerlukan perbaikan agar tidak membuat kaki orang luka karena tersandung.

Lorong jalan yang menuju ke arah Makam Sunan Kalijaga terlihat berada di sebelah cungkup papan nama. Lorong itu kemudian bertemu dengan lorong utama yang datang dari arah selatan.

DAHSYATNYA HEBAT SUNAN KALIJAGA - RADEN SAID SUNAN KALIJOGO - Kadilangu Demak

Jika saja punya waktu, maka mestinya saya menelusuri lorong itu sampai ke ujung dan melihat bagaimana suasananya serta apa saja yang ada di sana. Mustaka masjid yang elok tampak di atas belakang sana, di belakang atap serambi. Atap utama masjid berujud limasan tumpang dua dengan kemiringan limas yang cukup tajam, hanya saja tidak terlihat dari arah depan. Limasan tumpang biasanya dibuat sebagai cara untuk memberikan tempat bagi hawa dan cahaya untuk masuk ke dalam ruangan.

Di atas pintu utama masjid terdapat ornamen suluran yang dikelilingi deret bunga dan di tengahnya ada bokor.

48193 zip code 9 digit

Di tengah bokor ada empat segi empat yang dua garis terdalamnya dihubungkan dengan huruf Arab di bagian bawahnya. Di atas dan bawah segi empat ada tulisan Arab gundul, dan paling bawah ada empat huruf yang menyerupai angka tahun. Serambi Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu terlihat cantik dengan pilar putih berlekuk di bagian tengahnya, umpak atau bantalan pilarnya diberi warna hitam dengan sedikit ornamen pemanis, dan langit dalaman atapnya dihias kayu yang membentuk barisan yang membuatnya terlihat cantik.

Serambi yang berada di bagian depan ini tampaknya merupakan tambahan bangunan yang baru, sementara serambi masjid yang telah ada sebelumnya terlihat berada di belakang sana dengan pilar lebih kurus dengan cat berwarna kekuningan.

Mungkin lantaran ada larangan untuk tiduran di serambi atau di dalam masjid, maka pria yang tampak pada foto itu dengan sukarela tiduran di undakan masjid. Meskipun sama sekali tidak nyaman dengan posisi seperti itu, namun silir angin yang lembut membuatnya sesekali terhanyut dalam tidur yang singkat. Lumayan untuk beristirahat beberapa jenak.

Di kiri dan kanan ruang serambi ada bedug, dengan bedug yang sebelah kiri berukuran lebih besar dan lebih bulat bagian tengahnya dengan memasing satu kentongan di kanan kirinya. Bedug ini tampaknya yang merupakan peninggalan asli Sunan Kalijaga, sedangkan yang sebelah kanan lebih rata badan bedugnya dengan satu kentongan saja.

Ruang utama Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu tampak relatif sederhana, dengan empat sokoguru penyangga atap berwarna kuning bergaris hitam di sudutnya, polos tanpa ornamen pemanis pandan. Hanya bagian pengimaman yang terlihat cukup menarik dengan ornamen suluran yang anggun, mimbar kayu jati dengan ukiran cantik, dan sejumlah lampu gantung. Relung pada mihrab Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak ini hanya diperuntukkan bagi imam, dan peletakan mimbar pada deret shaf terdepan menjadikannya menyita sebagian area untuk shalat dan memotong shaf pertama.

Di banyak masjid, mimbar diletakkan di dalam relung mihrab, sehingga shaf pertama tak terputus. Yang juga tak lazim, ada sepasang jendela di sebelah kiri dan kanan mihrab. Menyoal keaslian bedug, umumnya kulit bedug tidak bertahan lama, jika setiap hari dipukul sedikitnya lima kali pada saat masuk waktu shalat, dan ditabuh nonstop sehari menjelang perayaan Iedul Fitri dan Iedul Adha, hingga dinihari menjelang shalat subuh.

Oleh karenanya, jika pun bedug yang ada di serambi masjid itu asli dari jaman Sunan Kalijaga, sangat mungkin bahwa kulit bedugnya sudah diganti beberapa kali, sebelum dipensiunkan sebagai peninggalan bersejarah.

sunan demak kadilangu

Ada pula ornamen berupa bentuk semacam cungkup berwarna putih yang ditopang pilar tunggal dengan atap dan kemuncak indah, dan di dalam cungkup terdapat tulisan huruf Arab gundul yang nyaris tak beraturan berdasar warna coklat. Cungkup itu diapit oleh hiasan suluran tunggal yang simetris sempurna di kiri dan kanannya, berwarna hijau dan putih.Sunan Kalidjaga Mosque in Kadilangu Demak is a historic old building that was established by Sunan Kalidjaga and then underwent improvements by his offspring.

The location of the mosque is situated at the east side of Sunan Kalidjaga Tomb complex. Since most pilgrims enter through the south gate, the mosque is probably often overlooked. Kadilangu Sunan Kalidjaga Mosque was made with Joglo stylish foyer, while the roof of the main hall is in the form of limasan pyramid shape with traditional mustaka cap. Access into the Demak Kadilangu Sunan Kalidjaga Mosque is through the side alley leading to the Sunan Kalidjaga Tombor through the front yard by stepping a few steps up.

If the pilgrims come from the east side, they could take ablution in the mosque, took prayer, and then went on to the Sunan Kalidjaga tomb already in a state of holiness. Facade of the Kadilangu Sunan Kalidjaga Mosque with cupola sign of mosque's name appears on the left side, while two men were seen passing in front of the mosque courtyard installed with paving blocks already.

Hallway towards Sunan Kalidjaga is spotted next to the cupola nameplate, which then met with the hall from the south. The beautiful look of Mustaka's mosque was seen over far back there, behind the roof of the porch. The main roof of the mosque with an overlap of two pyramid shapes have sharp slopes, only that it is not visible from the front yard. Overlapping limasan is usually created as a way to provide space for air and light to enter into the main room.

The porch of Kadilangu Sunan Kalidjaga Mosque, that looked beautiful with white fence notched in the middle, black pedestals, and palate decorated with repeated neat lines that made it looked pretty. This porch seems to be a new addition to the older one, while the original porch was seen back there with yellow painted wood pillars. On left and right side of the foyer there are Bedug mosque drumwith the left one a bit larger in size and more rounded in the middle with one bamboo kentongan on each side.

This drum seems to be the genuine relic of Sunan Kalidjaga, while the body of the one at the right side is more flat with only one bamboo kentongan adjacent to it. The main hall of the Demak Kadilangu Sunan Kalidjaga Mosque looked relatively simple, with four pillars supporting the roof with black and yellow striped corners, plain with no ornamentation.

Only part of imam place looked quite attractive with graceful ropes ornaments, teak pulpit with beautiful carvings, and a chandelier. Above the main mosque door there are suluran ornaments surrounded by series of flowers, and a bowl in the middle. In the bowl there are four rectangular where two lines are connected with Arabic script. At the top and bottom of the rectangle there are plain Arabic script, and at the last line there are characters that resemble number of a year.

There is also ornament that looked like a white cupola supported by single pillar with beautiful roof and cap, and inside the cupola there is writing with irregular Arabic characters on brown background.

The cupola is flanked by ornate single suluran which perfectly symmetrical in left and right, with green and white color. If it is true, then when establishing the mosque, Sunan Kalijaga has reached the age of 3 years, as he was born in Demak Tourist Map. Tourist Destination in Demak. Hotel in Demak.